BerandaBeritaMuslimat NU Sulsel Akhiri Gema Ramadhan Bersama Ulama Al-Qur’an Mesir

Muslimat NU Sulsel Akhiri Gema Ramadhan Bersama Ulama Al-Qur’an Mesir

Berita
2026-03-15
0 menit membaca
Muslimat NU Sulsel Akhiri Gema Ramadhan Bersama Ulama Al-Qur’an Mesir

*Muslimat NU Sulsel Akhiri Gema Ramadhan Bersama Ulama Al-Qur’an Mesir*

Makassar — Suasana haru menyelimuti penutupan Program TITANIC 3 (Tahsin dan Tadabbur Al-Qur’an untuk Meraih Kenikmatan Qalbu) yang menjadi salah satu rangkaian utama Gema Ramadhan 1447 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulawesi Selatan. Kegiatan penutupan ini berlangsung, Sabtu, (14/3) bertempat di Pondok Pesantren Al Imam Ashim, Makassar.

Program yang telah berlangsung selama tiga tahun ini digelar sejak 2 Ramadhan hingga 24 Ramadhan 1447 H dan menjadi ruang pembelajaran bagi para peserta untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an melalui tahsin sekaligus memperdalam pemahaman melalui tadabbur.

Penutupan program semakin istimewa dengan kehadiran dua ulama Al-Qur’an dari Mesir, yakni Syekh Muhammad Sayyid Al Hamid dan Syekh Muhammad Asyraf Ibrahim Ali Ahmed Abdel Jawad, yang hadir dalam rangka silaturrahim sekaligus memberikan pencerahan Al-Qur’an kepada para peserta.

Rangkaian acara diawali dengan lantunan tilawah Al-Qur’an oleh Syekh Muhammad Sayyid Al Hamid. Bacaan Al-Qur’an yang merdu dan penuh penghayatan menghadirkan suasana khidmat yang menenangkan hati para hadirin.

Ketua Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz NU Sulawesi Selatan sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Al Imam Ashim Makassar, Al Hafidz KH Syam Amir Yunus dalam sambutannya, ia mengapresiasi konsistensi Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulsel yang terus menghadirkan ruang pembelajaran Al-Qur’an bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan.

Menurutnya, program seperti TITANIC sangat penting dalam menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, bukan hanya dalam membaca dengan baik dan benar, tetapi juga dalam memahami serta mengamalkan kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.

Usai sambutan tersebut, suasana haru mulai terasa di tengah para hadirin. Kesadaran bahwa rangkaian kegiatan yang telah menemani hari-hari Ramadhan itu akan segera berakhir membuat banyak peserta larut dalam suasana emosional.

Suasana haru itu bahkan membuat MC acara, Fatmawati Hilal, tak kuasa menahan tangis saat memandu jalannya kegiatan.

Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus penutupan resmi Program TITANIC 3 dan Gema Ramadhan oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Hj. A. Majdah M. Zain, M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya program TITANIC yang kini telah memasuki tahun ketiga pelaksanaan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang dengan penuh semangat mengikuti rangkaian pembelajaran Al-Qur’an sejak awal Ramadhan.

Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dari upaya membumikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Ia berharap semangat mempelajari, mencintai, dan mentadabburi Al-Qur’an yang tumbuh selama Ramadhan tidak berhenti setelah bulan suci ini berlalu, tetapi terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan tadabbur Al-Qur’an oleh Syekh Muhammad Asyraf Ibrahim Ali Ahmed Abdel Jawad, yang dipandu oleh penerjemah Dr. Hj. Haniah, Lc., MA. Dalam penyampaiannya, Syekh Muhammad Asyraf menjelaskan peran penting perempuan dalam menyokong dakwah Rasulullah SAW.

Ia mencontohkan keteladanan Sayyidah Khadijah RA sebagai sosok perempuan mulia yang senantiasa mendampingi dan menguatkan perjuangan Rasulullah SAW.

Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai-nilai Al-Qur’an di tengah keluarga dan masyarakat.

Ia juga berpesan agar umat Islam senantiasa menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an.

“Jagalah Al-Qur’an, maka Al-Qur’an akan menjaga kemuliaan kalian,” pesannya kepada para peserta yang hadir.

Sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan, Pimpinan Wilayah Muslimat NU Sulawesi Selatan kemudian menyerahkan cinderamata kepada Syekh Muhammad Sayyid Al Hamid, Syekh Muhammad Asyraf Ibrahim Ali Ahmed Abdel Jawad, serta Al-Hafidz KH. Syam Amir Yunus.

Menjelang akhir acara, gema shalawat Fadhailul Qur’an dilantunkan oleh Fatmawati Hilal dengan suara khas yang menggema dan menggetarkan jiwa para hadirin. Momen tersebut menjadi penutup yang penuh makna, sekaligus pengingat bahwa Ramadhan akan segera berakhir.

Penutupan Program TITANIC 3 bukan sekadar menandai berakhirnya sebuah kegiatan, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi para peserta untuk terus menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an, sehingga nilai-nilainya tetap hidup dalam kehidupan sehari-hari, bahkan setelah Ramadhan berlalu. (*)

Bagikan: