BerandaBeritaKetua MPR RI Ahmad Muzani di Harlah 100 Tahun; NU Kuat, Negara Kuat

Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Harlah 100 Tahun; NU Kuat, Negara Kuat

Berita
2026-02-01
0 menit membaca
Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Harlah 100 Tahun; NU Kuat, Negara Kuat

Jakarta, Puncak Resepsi Peringatan Hari Lahir (Harlah) 100 Tahun Nahdlatul Ulama dihadiri ribuan warga Nahdliyyin digelar secara meriah dan penuh khidmat. Harlah yang digelar oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini mengangkat tema Mengawal Indonesia Merdeka Untuk Peradaban Mulia diawali dengan Istighotsah Kubro digelar di Istora Senayan Jakarta, Sabtu 31 Januari 2026.

Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf menjelaskan bahwa kenapa mengawali dengan Indonesia merdeka, karena visi dan idealisme Nahdlatul ulama sama dan sebangun dengan visi proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Sementara mewakili Rais Aam, wakil rais PBNU Prof. KH. Nasaruddin yang juga Menteri Agama RI dalam pidato taujihatnya menyampaikan bahwa menghormati perbedaan dan menjaga harmoni adalah keharusan dalam kehidupan berbangsa di NKRI.

"Nahdlatul ulama sejak awal berdiri konsisten merawat persatuan, meneguhkan moderasi beragama, serta memperkuat komitmen kebangsaan ditengah kemajemukan Indonesia. Melalui nilai Islam rahmatan lil 'alamin, NU terus berperan menjaga kohesi sosial dan keutuhan bangsa.

Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani yang hadir, dalam sambutannya menyatakan bahwa sejak awal, NU tidak hanya berdiri sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga sebagai penyangga ketenangan sosial dan spiritual bangsa. Peran itu terus dijalankan para kyai melalui pengajaran agama, doa-doa, dan keteladanan yang hidup ditengah masyarakat.

"Oleh karena itu, Ahmad Muzani menegaskan bahwa setelah Indonesia merdeka tugas NU tidak berhenti. Tapi NU terus hadir menjaga keutuhan bangsa, termasuk saat menghadapi ancaman ideologi dan bencana alam. Maka pada posisi ini NU harus tetap solid, karena kalau NU kuat, maka Negara akan kuat.

Sejumlah pejabat negara dan tokoh yang hadir dalam acara Harlah 1 Abad NU diantaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPD RI Sultan Najamuddin, Menko PMK Pratikno, Menteri Agama KH. Nasaruddin Umar, Kepala BRIN Arief Satria, Mustasyar PBNU Nyai Hj. Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, dan sejumlah perwakilan duta besar negara-negara sahabat.

Bagikan: