BerandaBeritaKEMENAG SULSEL DORONG PROGRAM KUB BERDAMPAK DAN KOLABORATIF 2026

KEMENAG SULSEL DORONG PROGRAM KUB BERDAMPAK DAN KOLABORATIF 2026

Berita
2026-01-26
0 menit membaca
KEMENAG SULSEL DORONG PROGRAM KUB BERDAMPAK DAN KOLABORATIF 2026

Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan bahwa program Kerukunan Umat Beragama (KUB) harus berorientasi pada dampak nyata dan dibangun melalui kolaborasi lintas sektor. Penegasan tersebut disampaikan Ketua Tim Bina Lembaga dan KUB Kanwil Kemenag Sulsel, Mallingkai Ilyas, dalam kegiatan Evaluasi Kinerja Tahun 2025 yang berlangsung di Bulukumba, 25–28 Januari 2026.

Menurut Mallingkai, pendekatan seremonial tidak lagi relevan dalam menjawab tantangan kerukunan yang semakin kompleks. Program KUB harus hadir sebagai solusi nyata di tengah masyarakat.

Program Kerukunan Umat Beragama tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. KUB harus benar-benar berdampak, menyentuh masyarakat, dan dibangun melalui kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa sepanjang 2025, kinerja KUB Sulawesi Selatan menunjukkan tren positif dan berjalan sesuai arah kebijakan nasional. Sejumlah capaian strategis berhasil diraih, di antaranya Penghargaan Nasional Harmony Award, FKUB Sulsel meraih Kinerja Terbaik I dan FKUB Inspiratif Provinsi, serta FKUB Makassar meraih Kinerja Terbaik II tingkat Kota.

Kota Makassar

Makassar

Capaian tersebut turut diperkuat dengan peningkatan Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) dari 79,04 pada 2024 menjadi 82,3 pada 2025. Selain itu, implementasi Asta Protas Menteri Agama, khususnya Asta Protas I: Membangun Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan, mencapai skor 3,80.

“Peningkatan IKUB dan capaian Asta Protas Menteri Agama menjadi indikator bahwa program KUB Sulsel berjalan on the track dan memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan harmoni sosial,” kata Mallingkai.

Berbagai program strategis telah dilaksanakan sepanjang 2025, antara lain Sekolah Moderasi Beragama, Short Course Moderasi Beragama bagi eks narapidana terorisme, Dialog Lintas Agama dan Budaya, internalisasi ajaran agama, Workshop Emotional Capacity Building bagi Generasi Z, dan penguatan moderasi beragama berbasis komunitas. Program-program tersebut juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Intelkam Polda Sulsel, Direktorat Binmas Polda Sulsel, dan Densus 88 AT Polri.

Memasuki tahun 2026, Kemenag Sulsel menargetkan kinerja KUB yang lebih progresif dengan memperkuat sinergi antara FKUB, Kementerian Agama, dan Pemerintah Daerah. Fokus utama diarahkan pada program yang berkelanjutan dan berdampak langsung di lapangan.

“Kinerja KUB tahun 2026 harus lebih baik dari 2025. Tidak ada masalah yang tidak memiliki solusi, sepanjang ada kemauan untuk berkolaborasi dan mencari jalan keluar bersama,” tegasnya.

Adapun sejumlah program prioritas KUB 2026 meliputi Penguatan Moderasi Beragama dan Dakwah Inklusif bagi Mahasiswa, Pemberdayaan Dai Polri berbasis komunitas, Bimbingan Teknis Deteksi Dini Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan, Youth Harmony Class bagi Generasi Z, dan Implementasi Ekoteologi melalui pemberdayaan rumah ibadah ramah iklim untuk mendukung ketahanan iklim dan kesejahteraan umat.

Kegiatan Evaluasi Kinerja 2025 yang diselenggarakan oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan ini dihadiri oleh Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten/Kota, Kepala Subbagian Tata Usaha, Kepala Madrasah Negeri, serta jajaran pengelola kepegawaian, keuangan, perencanaan, kehumasan, dan unsur terkait lainnya.

Bagikan: