FKUB Makassar Hadiri Dialog Gusdurian, Dorong Kolaborasi Atasi Krisis Air Bersih di Buloa

MAKASSAR — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar turut hadir memenuhi undangan dialog yang dilaksanakan oleh GUSDURian Makassar bersama warga Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Minggu (16/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang bersama untuk melihat secara langsung persoalan krisis air bersih dan lingkungan sekaligus mendorong lahirnya solusi melalui kolaborasi berbagai elemen masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Kafera Café, Jalan Alternatif Kota Makassar, mengangkat agenda “Penguatan Jejaring dan Kolaborasi dalam Penanganan Persoalan Air Bersih dan Lingkungan di Kelurahan Buloa.”
FKUB Makassar hadir sebagai salah satu unsur yang diundang dalam dialog tersebut, bersama sejumlah elemen masyarakat sipil dan komunitas yang memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial dan lingkungan.
Ketua FKUB Kota Makassar, Prof. Arifuddin Ahmad, mengapresiasi inisiatif GUSDURian Makassar yang membuka ruang dialog bersama warga Buloa.
Menurutnya, persoalan air bersih bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut kemanusiaan, kesehatan, ekonomi dan kualitas kehidupan masyarakat.
“Kami hadir memenuhi undangan GUSDURian Makassar karena persoalan yang dibicarakan adalah persoalan kemanusiaan.
FKUB memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun kepedulian dan memperkuat jejaring lintas kelompok dalam mencari solusi bagi masyarakat,” ujar Prof. Arifuddin Ahmad.
Ia menambahkan, FKUB Makassar memandang bahwa persoalan masyarakat dapat menjadi ruang untuk memperkuat harmonisasi di tengah keberagaman Kota Makassar.
“Kerukunan bukan hanya berbicara tentang bagaimana kita hidup berdampingan dalam perbedaan agama.
Kerukunan juga harus hadir dalam bentuk kepedulian, gotong royong dan keberpihakan terhadap persoalan masyarakat. Ketika berbagai elemen yang berbeda duduk bersama mencari solusi, maka keberagaman menjadi kekuatan untuk membangun Makassar yang harmonis,” katanya.
Dalam dialog tersebut, warga menyampaikan berbagai persoalan yang telah mereka hadapi selama bertahun-tahun, khususnya keterbatasan akses air bersih dan persoalan penumpukan sampah. Kondisi tersebut dinilai telah memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi, kesehatan, pendidikan anak serta kehidupan sosial masyarakat.
Selain FKUB Makassar, turut hadir Ketua Baznas Kota Makassar, LAPAR Sulsel, Fatayat, berbagai tokoh pemuda, tokoh masyarakat, pegiat lingkungan, serta tokoh masyarakat Kelurahan Buloa.
Pertemuan ini diharapkan tidak berhenti pada diskusi, tetapi dapat menghasilkan jejaring kerja dan rencana aksi bersama untuk mendorong penyelesaian persoalan air bersih dan lingkungan di Kelurahan Buloa.
Bagi FKUB Makassar, keterlibatan dalam dialog yang digagas dan dilaksanakan oleh GUSDURian Makassar ini menjadi bagian dari komitmen untuk memperkuat harmonisasi dan keragaman Kota Makassar melalui kerja-kerja kemanusiaan, kolaborasi lintas komunitas dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
“Keragaman adalah kekuatan. Kerukunan harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, termasuk ketika mereka menghadapi persoalan air bersih dan lingkungan. Dari Buloa, mari kita bangun kolaborasi untuk Makassar yang semakin harmonis,” tutup Prof. Arifuddin Ahmad.
Informasi Artikel
- Penulis:Admin FKUB
- Diterbitkan:2026-08-23
- Diperbarui:2026-08-23
- Kategori:Berita
Artikel Terbaru

Maulid Berbagi Gembira, Wali Kota Makassar Ajak Warga Rawat Ukhuwah dan Kerukunan
2026-08-23
Perkuat Kerukunan Beragama, Tokoh Agama dan Pengurus FKUB Kota Makassar Hadiri Upacara HUT Ke-81 RI di Lapangan Karebosi
2026-08-23
Perkuat Kerukunan dan Literasi Umat, Permabudhi Makassar Menggelar Sosialisasi Bersama FKUB Kota Makassar
2026-08-23
