BerandaBeritaFKUB Kota Makassar Sambangi Setara Institute Jakarta: Perkuat Indeks Toleransi dan Strategi Merawat Kerukunan Perkotaan melalui Study Tiru

FKUB Kota Makassar Sambangi Setara Institute Jakarta: Perkuat Indeks Toleransi dan Strategi Merawat Kerukunan Perkotaan melalui Study Tiru

Berita
2026-08-13
0 menit membaca
FKUB Kota Makassar Sambangi Setara Institute Jakarta: Perkuat Indeks Toleransi dan Strategi Merawat Kerukunan Perkotaan melalui Study Tiru

JAKARTA, 18 JULI 2026 — FKUB Kota Makassar berlanjut ke lembaga riset dan advokasi HAM, Setara Institute, di Jakarta Selatan pada Sabtu (18/7/2026). Rombongan yang terdiri dari Pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar, jajaran Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar, serta perwakilan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar diterima secara hangat oleh jajaran pimpinan dan peneliti Setara Institute.

Pertemuan strategis ini menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian study tiru FKUB Kota Makassar ke ibu kota. Selain menjadi ajang silaturahmi, dialog interaktif ini difokuskan pada pertukaran pengalaman, pemetaan tantangan kebebasan beragama, serta penguatan metode pengukuran Indeks Kota Toleran (IKT) yang saban tahun dirilis oleh Setara Institute.

Acara diakhiri dengan penyerahan plakat cenderamata secara simbolis dari FKUB Kota Makassar kepada pihak Setara Institute sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi pemikiran dan komitmen bersama dalam merawat kebhinekaan.

Tujuan Utama Kunjungan FKUB Makassar ke Setara Institute

Kunjungan kerja FKUB Kota Makassar ke Setara Institute memiliki beberapa tujuan strategis, antara lain:

Membedah dan Memahami Metodologi Indeks Kota Toleran (IKT)

FKUB Kota Makassar berupaya menggali secara mendalam indikator-indikator penilaian IKT yang disusun Setara Institute, mulai dari regulasi pemerintah daerah, tindakan pemerintah, dinamika masyarakat sipil, hingga demografi keagamaan. Hal ini penting sebagai bahan evaluasi dan penyusunan kebijakan lokal.

Penguatan Kebijakan dan Regulasi Berperspektif Kerukunan

Melalui dialog ini, Pemkot Makassar dan FKUB memperoleh wawasan mengenai bagaimana merumuskan Peraturan Daerah (Perda) maupun Kebijakan Walikota yang inklusif, merangkul seluruh kelompok minoritas, serta meminimalisasi potensi konflik bernuansa keagamaan.

Adopsi Praktek Terbaik (Best Practices) Manajemen Konflik Keagamaan

Setara Institute membagikan pengalaman dan data advokasi terkait penanganan dinamika Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (KBB) di berbagai daerah di Indonesia. Wawasan ini menjadi rujukan FKUB Makassar dalam mendeteksi dini (early warning system) dan memediasi potensi gesekan sosial di Kota Makassar.

Sinergi Antara Tokoh Agama, Pemerintah, dan Lembaga Riset

Kunjungan ini menegaskan pentingnya kolaborasi berbasis data (data-driven policy) antara praktisi kerukunan di lapangan (FKUB dan Kemenag), pembuat kebijakan (Pemkot), serta peneliti/akademisi (Setara Institute).

Dinamika Pertemuan dan Pertukaran Wawasan

Dalam sesi diskusi yang berlangsung hangat dan konstruktif, pihak Setara Institute mengapresiasi keaktifan dan komitmen FKUB Kota Makassar bersama Kemenag dan Pemkot Makassar yang secara proaktif mendatangi lembaga riset demi meningkatkan kualitas kerukunan di daerah.

Perwakilan Setara Institute memaparkan bahwa posisi sebuah kota dalam peta toleransi nasional sangat dipengaruhi oleh keberanian pemerintah daerah dalam menerbitkan kebijakan inklusif serta kecepatan merespons isu keagamaan secara adil. FKUB dinilai memiliki peran sentral sebagai jembatan komunikasi antarumat beragama dan penasihat strategis bagi kepala daerah.

Sementara itu, pihak FKUB Kota Makassar menyampaikan gambaran umum mengenai dinamika kehidupan antarumat beragama di Kota Makassar yang multietnis dan plural. Berbagai program prioritas seperti dialog pemuda lintas agama, penguatan kelurahan sadar kerukunan, serta pendekatan kearifan lokal (Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge) terus digalakkan untuk menjaga iklim kota yang kondusif.

Komitmen Bersama untuk Masa Depan

Melalui study tiru ini, FKUB Kota Makassar, Kemenag, dan Pemkot Makassar berkomitmen membawa pulang rekomendasi konkret untuk diterapkan di Makassar. Hasil diskusi dengan Setara Institute akan dijadikan bahan acuan dalam menyusun peta jalan (roadmap) penguatan toleransi dan kerukunan umat beragama berbasis data dan keadilan sosial.

Pertemuan ditutup dengan komitmen kedua pihak untuk terus menjalin komunikasi, pertukaran data, serta membuka peluang kolaborasi program di masa mendatang demi mewujudkan Indonesia yang inklusif, damai, dan toleran.

Kontak Informasi & Media:

Sekretariat FKUB Kota Makassar

Bagikan: