BerandaBeritaNgopi Kerukunan Di Makassar: Ruang Santai Perkuat Damai, Kemenag RI Ajak Warga Jangan Lelah Cintai Negeri

Ngopi Kerukunan Di Makassar: Ruang Santai Perkuat Damai, Kemenag RI Ajak Warga Jangan Lelah Cintai Negeri

Berita
2026-03-04
0 menit membaca
Ngopi Kerukunan Di Makassar: Ruang Santai Perkuat Damai, Kemenag RI Ajak Warga Jangan Lelah Cintai Negeri

Makassar - Upaya menjaga dan merawat kerukunan umat beragama kembali ditegaskan melalui kegiatan Ngopi Kerukunan yang digelar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar di Red Corner Cafe, Jl. Yusuf Daeng Ngawing, Tidung, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Sabtu, 28 Februari 2026

Kegiatan ini menghadirkan Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kementerian Agama RI M. Adib Abdushomad, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan H. Ali Yafid, serta Kakankemenag Kota Makassar H. Muhammad. Turut hadir Ketua dan pengurus FKUB Kota Makassar serta tokoh lintas agama.

Ngopi Kerukunan merupakan forum dialog santai lintas agama yang bertujuan memperkuat komunikasi, mempererat silaturahmi, serta membangun kesadaran bersama akan pentingnya menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat Makassar.

Kepala Pusat KUB Kemenag RI, M. Adib Abdushomad, menegaskan bahwa ruang-ruang perjumpaan tidak harus selalu bersifat formal.

“Jangan pernah lelah mencintai negara kita. Kita tidak bisa membangun bangsa ini jika tidak rukun. Kerukunan adalah fondasi utama,” ujarnya.

Menurutnya, diskusi santai seperti ini justru lebih efektif karena menghadirkan suasana terbuka dan penuh keakraban.

“Ini bukti bahwa ruang perjumpaan bukan hanya difasilitasi di ruang formal. Ngopi sambil bincang kerukunan seperti ini bisa menjadi program luar biasa karena dibicarakan di ruang terbuka dan santai,” tambahnya.

M. Adib Abdushomad juga mengapresiasi Kakanwil Kemenag Sulsel atas inovasi dan komitmennya dalam memperkuat publikasi serta program kerukunan di Sulawesi Selatan, khususnya Kota Makassar.

Dalam kesempatan tersebut, Adib menekankan bahwa kerukunan dan kedamaian merupakan investasi sosial yang sangat mahal nilainya.

“Tanpa rukun dan damai, jangankan membangun, yang sudah dibangun pun bisa rusak. Mari kita jaga dan rawat kerukunan ini bersama,” tegasnya.

Melalui Ngopi Kerukunan, masyarakat diharapkan semakin sadar bahwa menjaga harmoni bukan hanya tugas pemerintah atau tokoh agama, tetapi tanggung jawab bersama. Ruang-ruang dialog seperti ini menjadi contoh konkret bahwa kebersamaan bisa dirawat dengan cara sederhana, namun berdampak besar bagi persatuan bangsa.

Bagikan:
Ngopi Kerukunan Di Makassar: Ruang Santai Perkuat Damai, Kemenag RI Ajak Warga Jangan Lelah Cintai Negeri - FKUB Kota Makassar